Sumbar Raih Penghargaan, DEMA UIN IB: Miris, Ini Jauh Dari Realita Layak Anak

NEWS220 Dilihat

Padang | Pemerintah Provinsi Sumatera Barat baru-baru ini menerima penghargaan terkait predikat Provinsi Layak Anak. Namun, Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UIN Imam Bonjol Padang melalui Kementerian Politik dan Kajian Strategis menilai bahwa pencapaian ini masih jauh dari realita di lapangan.

Berdasarkan berbagai laporan dan temuan lapangan, masih banyak anak di Sumatera Barat yang hidup dalam kondisi yang jauh dari standar “Layak Anak”. Fenomena ada anak yang harus bekerja untuk membantu ekonomi keluarga, pernikahan usia dini, hingga kekerasan seksual, kekerasan terhadap anak dibawah umur, minimnya ruang publik yang aman dan ramah anak, masih menjadi persoalan yang belum terselesaikan secara signifikan.

“Kami mengapresiasi, tetapi penghargaan itu harusnya merefleksikan kondisi nyata, bukan sekadar pencitraan. Fakta di lapangan menunjukkan masih banyak pelanggaran hak anak yang terjadi, mulai dari sektor pendidikan, kesehatan, hingga perlindungan dari kekerasan, kasihan kita sebenarnya” tegas *Radiusman, Staff Menteri Polkastrat Dema UIN*

Kemenpolkastrat DEMA UIN IB menegaskan bahwa label Provinsi Layak Anak seharusnya diiringi dengan komitmen nyata, pengawasan ketat, dan kebijakan berbasis data lapangan, bukan hanya pemenuhan indikator administratif.

“Kami mendesak pemerintah daerah untuk lebih serius memastikan seluruh anak di Sumatera Barat mendapatkan haknya secara utuh: pendidikan yang layak, lingkungan yang aman, kesehatan yang terjamin, dan perlindungan dari segala bentuk kekerasan,” tambahnya.

Disamping itu untuk memastikan hak-hak anak di Sumatera Barat penting rasanya untuk dibuatkan regulasi khusus oleh Pemerintah Daerah selaku pemangku kebijakan, bukan sekedar formalitas.

“Kami mendesak Pemerintah Daerah serius dalam hal ini, agar segera buatkan regulasi khusus untuk perlindungan anak. Miris, ada saja anak yang menjadi korban kekerasan seksual, menjadi korban bullying, bahkan pembunuhan silih berganti. Ini fakta bahwa anak-anak di Sumbar masih dibayang-bayang ancaman dan belum layak anak seutuhnya” *tutup Radius*

DEMA UIN Imam Bonjol Padang akan terus mengawal isu ini, percuma penghargaan in dilabeli jika anak-anak di Sumbar masih menjadi korban kekerasan seksual, masih banyak korban bullying bahkan ada yang menjadi korban perdagangan manusia, miris memang mengingat generasi muda adalah aset bangsa yang tidak boleh hanya dijadikan simbol prestasi di atas kertas.

Rel

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *