Padang, 5 September 2025 | Presiden Mahasiswa UIN Imam Bonjol Padang, Hidayatul Fikri, mendesak Kementerian Agama Republik Indonesia untuk membuka secara transparan hasil audit yang telah dilakukan oleh Inspektorat Jenderal Kementerian Agama terkait dugaan korupsi di lingkungan UIN Imam Bonjol Padang.
Fikri menilai bahwa keterbukaan hasil audit merupakan bentuk tanggung jawab moral dan institusional Kementerian Agama dalam menegakkan prinsip transparansi dan akuntabilitas, terutama dalam pengelolaan anggaran negara di sektor pendidikan.
“Kami menuntut Kementerian Agama, melalui Inspektorat Jenderal, untuk segera mengumumkan hasil audit terkait dugaan korupsi di lingkungan UIN Imam Bonjol Padang. Mahasiswa dan masyarakat berhak tahu apa yang sebenarnya terjadi,” tegas Fikri, Jumat (5/9).
Dugaan korupsi yang mencuat belakangan ini telah menimbulkan keresahan di tengah civitas akademika dan publik.
Fikri menyampaikan bahwa ketidakjelasan informasi dari pihak Kementerian Agama hanya akan memperkuat kecurigaan dan merusak kepercayaan terhadap institusi pendidikan.
“Kementerian Agama tidak boleh lepas tangan. Ini bukan hanya soal administrasi, tetapi soal etika dan integritas lembaga. Mahasiswa akan terus mengawal dan mendesak keterbukaan ini,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa jika dalam waktu dekat tidak ada kejelasan dari Kementerian Agama, pihaknya siap melakukan konsolidasi lebih luas untuk menyuarakan aspirasi mahasiswa secara terbuka.
“Kami siap turun ke jalan bila suara kami diabaikan. Ini adalah perjuangan untuk menjaga marwah kampus dan memastikan tidak ada penyalahgunaan kekuasaan di institusi pendidikan,” tegasnya.
Mahasiswa UIN Imam Bonjol berharap Kementerian Agama segera merespons tuntutan ini dengan mempublikasikan hasil audit secara resmi agar publik mendapatkan kejelasan dan penyelesaian atas persoalan yang mencuat.
Rel









