Direktur RSUD Kota Bogor dr. Ilham Chaidir Angkat Bicara: Klarifikasi Bersama LPKNI dan FJP2 Tegaskan Komitmen Pelayanan Prima

NEWS909 Dilihat

Bogor, Satya Bhayangkara |
Menjawab isu yang sempat ramai diperbincangkan publik terkait dugaan tindakan oknum pegawai RSUD Kota Bogor, pihak manajemen rumah sakit akhirnya buka suara. Rabu (7/10), jajaran pimpinan RSUD Kota Bogor menggelar pertemuan resmi bersama Lembaga Perlindungan Konsumen Nusantara Indonesia (LPKNI) dan Forum Jurnalis Peduli Publik (FJP2) di ruang Direktur lantai satu, dalam suasana yang berlangsung terbuka, hangat, dan penuh klarifikasi.

Pertemuan tersebut dihadiri langsung oleh Direktur RSUD Kota Bogor dr. Ilham Chaidir, didampingi dr. Thami dari bagian Humas, dr. Armein Sjuhary Rowi selaku Kabid Pengembangan Bisnis dan Mutu, serta perwakilan divisi hukum Topik dan staf lainnya.
Sementara dari pihak eksternal hadir Ketua DPD LPKNI Kota Bogor, Niko YJ, beserta tim, serta Ketua FJP2 Ayub bersama sejumlah perwakilan jurnalis dari berbagai media di Bogor Raya.

Klarifikasi dan Itikad Baik dari RSUD Kota Bogor

Dalam forum yang berlangsung lebih dari dua jam itu, pihak RSUD secara terbuka menjelaskan kronologis kesalahpahaman yang sempat melibatkan seorang pimpinan redaksi media online dan oknum staf rumah sakit berinisial R.

Menurut dr. Ilham, peristiwa tersebut murni akibat miss komunikasi dan bukan bentuk pelecehan pelayanan terhadap masyarakat maupun insan pers.

“Kami menyadari adanya miskomunikasi yang tidak seharusnya terjadi. Atas nama pribadi dan institusi, saya meminta maaf kepada masyarakat, LPKNI, serta seluruh rekan media, khususnya FJP2. Kami akan menindak tegas siapa pun yang melanggar SOP di lingkungan RSUD Kota Bogor,” tegas dr. Ilham dalam pernyataannya.

Sanksi Tegas dan Komitmen Pembenahan

Sebagai bentuk tanggung jawab, dr. Ilham menegaskan bahwa pihaknya telah memberikan sanksi tertulis kepada oknum staf berinisial R, disertai pembinaan internal agar kejadian serupa tidak terulang.
Selain itu, ia menegaskan kembali prinsip dasar pelayanan rumah sakit yang berlandaskan profesionalisme, kepatuhan terhadap SOP, dan pelayanan tanpa diskriminasi.

“Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik untuk semua pasien tanpa melihat latar belakang sosial, profesi, atau status ekonomi. Kami ingin masyarakat tahu, RSUD Kota Bogor adalah rumah sakit publik yang terbuka, profesional, dan berbudaya pelayanan,” ujar dr. Ilham.

LPKNI dan FJP2 Apresiasi Keterbukaan RSUD

Sikap terbuka manajemen RSUD Kota Bogor mendapat apresiasi dari Ketua LPKNI Kota Bogor, Niko YJ, yang menilai langkah klarifikasi ini merupakan bentuk tanggung jawab moral lembaga pelayanan publik.

“Kami datang bukan untuk menghakimi, melainkan memastikan hak masyarakat terlindungi. Penjelasan yang disampaikan langsung oleh Direktur beserta seluruh divisi memberikan kejelasan dan menunjukkan komitmen nyata RSUD untuk memperbaiki sistem pelayanannya,” ungkap Niko.

Senada dengan itu, Ketua FJP2 Ayub menambahkan bahwa para jurnalis yang hadir memahami situasi sebenarnya dan menerima penjelasan resmi dari pihak RSUD. Ia menegaskan bahwa media tetap akan menjadi mitra kritis sekaligus pendukung bagi peningkatan mutu layanan publik di Kota Bogor.

Profesionalisme sebagai Budaya Kerja

Dalam kesempatan tersebut, dr. Armein Sjuhary Rowi, Kabid Pengembangan Bisnis dan Mutu RSUD Kota Bogor, menegaskan bahwa nilai profesionalisme dan kepatuhan terhadap SOP bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan telah menjadi budaya kerja yang melekat di seluruh lini rumah sakit.

“Pendekatan berbasis profesionalisme ini terbukti mampu meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Kami berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan prima dan berharap dukungan masyarakat agar RSUD Kota Bogor semakin berkualitas,” ujarnya.

Janji untuk Terus Bersinergi

Sebelum mengakhiri diskusi, dr. Ilham kembali menegaskan komitmennya di hadapan para awak media dan lembaga masyarakat:

“Saya berjanji akan selalu memberikan arahan kepada seluruh pegawai, mulai dari petugas keamanan hingga dokter, untuk berperilaku baik kepada siapa pun. Kami juga akan terus bersinergi dengan rekan-rekan media, LPKNI, serta seluruh lembaga masyarakat agar tercipta pelayanan kesehatan yang harmonis dan berkeadilan bagi semua,” ucapnya.

Pertemuan tersebut ditutup dengan suasana akrab, di mana seluruh pihak sepakat untuk melangkah maju dengan semangat kolaborasi demi pelayanan publik yang lebih baik di Kota Bogor.

Redaksi: Satya Bhayangkara
Kaperwil: Niko YJ

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *