Guyub Sauyunan 82 Ormas dan Organisasi Kesundaan Bogor Raya Padati Kebun Raya Bogor, Canangkan Padjajaran Anyar Lewat Halal Bihalal Akbar

NEWS32 Dilihat

Bogor, Satya Bhayangkara | Kebun Raya Bogor berubah jadi lautan kebaya, pangsi, dan iket Sunda pada Kamis (16/4/2026). Bukan tanpa sebab, sekitar 1.000 pegiat kebudayaan dari 82 Organisasi Masyarakat dan organisasi Kasundaan se-Bogor Raya menggelar _Riung Mungpulung_ akbar dalam balutan Halal Bihalal Idulfitri 1447 H yang dirangkai ziarah budaya.

Mengusung tema _“Hayu Urang Guyub Sauyunan, Saiiket, Saigel Jeung Dapihanean Mapag Padjajaran Anyar”_, kegiatan ini bukan sekadar kumpul-lebaran. Ini jadi deklarasi persatuan lintas ego ormas, sanggar, yayasan, hingga pemerintah untuk menegakkan kembali marwah Kasundaan di tanah Bogor.

Ini gagas secara gotong royong dengan semangat _silih asih, silih asah, dan silih asuh_. Nilai warisan inilah yang mempersatukan kita semua,” tegas Ketua Panitia, Mela, saat laporan kegiatan.

Acara dibuka khidmat dengan doa oleh K.H. Ahmad Taviv Budiman, lantunan ayat suci Al-Qur’an, lagu Indonesia Raya, hingga _Rajah Bubuka_ oleh Ki Odoy diiringi kacapi suling yang bikin bulu kuduk berdiri.

Momentum ini tak berhenti di silaturahmi. Di tengah acara, Deny J Wikartadirja membacakan deklarasi pembentukan *Forum Kebudayaan Kota Bogor*, disaksikan langsung Kepala Disparbud Kota Bogor, Drs. Firdaus. Firdaus menyambut ini sebagai langkah strategis memperkuat ekosistem kebudayaan daerah.

Tokoh Kasundaan Gugum Gumelar menambahkan, _Riung Mungpulung_ adalah cara melebur ego demi persatuan urang Sunda. Ia bahkan buka wacana kolaborasi dengan Pemkot untuk menggelar festival budaya rutin di Kebun Raya, plus dorongan penggunaan atribut Kasundaan bagi pengunjung di hari tertentu. “Untuk nguatkan identitas,” katanya.

Kemeriahan ditutup penampilan Bogor Wanita Berkebaya dan KPJ Merdeka Bogor, sebelum seluruh peserta bergerak ziarah ke *Maqom Ibu Ratu Galuh* hingga jelang Magrib. Ziarah ini jadi simbol penghormatan pada karuhun sekaligus penegas bahwa _Mapag Padjajaran Anyar_ harus berpijak pada akar sejarah.

Dalam acara ini Niko ketua LPKNI Bogor, sekaligus mewakili kepanitiaan dari PNGKB dan Deny dari Perkumpulan Jurnalis Peduli Masyarakat(PJPM) sangat Mendukung dengan semangat juang ketua Panitia Mela dan Tokoh Kesundaan Gugum Gumelar yang dapat Menyatukan para Kasepuhan Bogor dan Beberapa pengurus Tokoh Ormas,LSM, Yayasan, seperti Umar jagad dari Gibas,Umar Dani,Bunda Ratu dari BBRP,BAKOMA,Bah Yana,Wahidin beserta puluhan tokoh Ormas dan Kesundaan yang tidak dapat di sebut semuanya Sangat Apresiasi dalam acara ini yang mungkin akan diadakan setiap tahun demi Menjaga Marwah persatuan Kasundaan Masyarakat Kota dan Kabupaten Bogor.

(Kaperwil: Niko Yj)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *