Bogor, Satya Bhayangkara | Prosesi sakral penyerahan Mahkota Binokasih secara resmi dimulai pada Selasa, 21 April 2026. Rangkaian acara yang berlangsung di kawasan Pure ini menjadi momen bersejarah dalam pelestarian budaya lokal, mempertemukan nilai-nilai tradisi dengan penghormatan yang mendalam terhadap simbol kepemimpinan masa lalu.
Penyambutan Awal yang Penuh Makna
Rangkaian acara dimulai pada Selasa sore, pukul 17.00 WIB, dengan prosesi penerimaan dan penyambutan Mahkota Binokasih. Di bawah koordinasi M. Safaat, mahkota tersebut diterima secara simbolis di area Pure. Ritual penyambutan yang dilakukan oleh Ibu Made menambah nuansa spiritualitas dalam momen tersebut.
Tepat pada pukul 19.30 WIB, dilakukan pemindahan Mahkota Binokasih menuju Pure PAJK. Prosesi ini tidak hanya sekadar perpindahan fisik, tetapi disertai dengan ritual adat dan penyambutan hangat dari pihak Pure PAJK sebagai bentuk penghormatan terhadap pusaka yang dibawa.
Puncak Acara dan Kehadiran Para Tokoh
Memasuki hari kedua, Rabu (22/4), suasana khidmat kian terasa sejak pagi hari. Acara dibuka pada pukul 09.00 WIB oleh MC Abah Odoy, diikuti dengan pembacaan doa dan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dipandu oleh Drigen Rima.
Puncak acara ditandai dengan serangkaian sambutan dari para petinggi dan pemangku kepentingan. Selain sambutan dari jajaran ketua koordinator dan penanggung jawab, hadir pula Radia Anom dari Keraton Sumedang Larang. Tak ketinggalan, dukungan pemerintah nampak jelas dengan agenda sambutan dari Bupati, Gubernur, hingga tingkat Menteri.
Pelestarian Sejarah dan Seni Budaya
Selain aspek protokoler, acara ini juga dimeriahkan dengan pagelaran kesenian Sunda dan Tari Pendet dari PAJK sebagai wujud akulturasi dan keragaman budaya. Salah satu agenda terpenting adalah sesi pemaparan sejarah Mahkota Binokasih yang disampaikan oleh Kang Dewo dan Abah Edi Kujang, yang memberikan edukasi mendalam bagi para tamu undangan mengenai asal-usul dan filosofi mahkota tersebut.
Acara ditutup pada pukul 15.00 WIB dengan prosesi pelepasan Mahkota Binokasih oleh para pimpinan. Seluruh rangkaian kegiatan ini diharapkan dapat mempererat tali silaturahmi antar lembaga adat dan pemerintah, serta memastikan nilai-nilai sejarah Mahkota Binokasih tetap terjaga bagi generasi mendatang.
Dipenghujung penutupan acara prosesi penerimaan dan penyerahan Mahkota tetap berjalan, walau saat itu sekitar pure di guyur hujan .namun tak menggoyahkam para sesepuh dan para budayawan tetap masih bertahan
(Kaperwil: Niko Yj)











